Slider

Cara Memaksimalkan Penjualan dengan Instagram

5 Cara Memaksimalkan Penjualan dengan Instagram

Siapa yang tidak mengenal Instagram? Diluncurkan pada tahun 2010, Instagram telah menjangkau lebih dari 1 juta pengguna aktif tiap bulannya. Angka ini dipastikan akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya. Melihat fenomena ini, memaksimalkan penjulan melalui Instagram terdengar seperti strategi yang tepat. 

Namun, bagaimana sebenarnya langkah yang tepat untuk meningkatkan penjualan di Insatgram? Simak penjelasan berikut ini!

  1. Ganti Akun Instagram Anda Menjadi Profil Bisnis

Ketika Anda pertama kali membuat Insatgram, Anda akan memiliki profil standar yang biasa dimiliki orang-orang pada umumnya. Jika Anda ingin menggunakan akun tersebut untuk berjualan, Anda perlu menggantinya menjadi akun profesional yang jelas akan memberikan beberapa keuntungan pada strategi bisnis Anda. 

Bagaimana cara mengubah akun Instagram biasa menjadi akun profesional?

  1. Pada dashboard Insatgram Anda, klik tombol edit profile
  2. Setelahnya klik tombol “Switch to Professional Account
  3. Nah, Anda sudah bisa menikmati berbagai fitur analisis yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis Anda.

Apa keuntungan yang Anda dapatkan ketika mengubah akun Anda menjadi akun profesional?

  1. Instagram Insights

Secara umum, terdapat tiga informasi dasar yang bisa Anda lihat, yaitu konten, aktivitas dan audiens. Pada bagian konten, Anda bisa melihat berbagai data yang berkaitan dengan postdan stories

Sementara itu pada bagian aktivitas, Anda bisa mengetahui jumlah reachimpression dan interactionpost Anda. Terakhir adalah audiens. Pada segmen ini, Anda bisa mengetahui lokasi, umur, dan gender dari followerAnda beserta keaktifan mereka. 

  • Tombol CTA

Call to Actionadalah salah satu tombol penting yang tidak bisa Anda pasang ketika belum memiliki akun profesional. Tombol ini akan muncul di bawah profil Anda, yang mana tiap orang yang mengunjungi profil Anda bisa dihubungkan langsung dengan email, nomor telepon hingga arah menuju lokasi bisnis Anda. Sangat berguna, bukan?

  • Link Instastory

Sebagai pengguna Instagram, Anda pasti memahami betapa kuatnya Instastory. Bayangkan jika Instastorybisa dihubungkan lagsung dengan halaman produk Anda. Tentu saja jumlah penjualan produk Anda akan bisa meningkat secara drastis, bukan?

  • Manfaatkan Hashtags

Anda sudah memiliki akun Instagram, namun jumlah pengikut Anda masih nol. Apa yang harus Anda lakukan? Salah satu kunci utama untuk berjualan melalui Instagram adalah dengan meningkatkan jumlah audiens unik dan pengikut Anda. Dengan begitu, maka jumlah orang yang akan membeli produk Anda juga semakin meningkat. 

Salah satu fitur utama Instagram yang sangat berguna untuk tujuan ini adalah Hashtag. Misalnya, ketika seorang pengguna Instagram ingin mencari produk celana jeans, maka Anda bisa menggunakan hashtag #celanajeans pada post Anda. Instagram menyediakan fitur pencarian hashtag pada aplikasinya, sehingga Anda bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin. 

Namun, pastikan bahwa Hashtag yang Anda gunakan memang merupakan Hashtag yang biasa digunakan oleh calon pembeli ketika akan mencari suatu produk. Untuk bisa mengetahui hal tersebut, Anda bisa melihat hashtag yang biasa digunakan kompetitor Anda atau menggunakan aplikasi pihak ketiga, seperti Top-Tagsatau AutoHash.

  • Gunakan Gambar yang Menarik dengan Resolusi Tinggi

Percuma Anda menggunakan hashtag yang tepat jika post yang Anda terbitkan menggunakan gambar abal-abal. Bayangkan, ¾ dari layar Instagram adalah gambar produk Anda, jadi jelas saja jika gambar adalah hal yang paling pertama akan dilihat audiens sebelum captionatau hal lainnya. 

Jika gambar Anda menarik, maka kemungkinan Audiens Anda akan membeli produk Anda juga akan semakin tinggi. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan gambar yang memiliki resolusi tinggi dan menarik untuk dilihat. 

  • Manfaatkan Iklan Berbayar

Seorang pebisnis harus mengeluarkan modal terlebih dahulu. Ya, Anda tidak bisa bersikap pelit ketika berbisnis. Pada awalnya, Anda mungkin berharap peningkatan jumlah audiens dari konten organik. Namun, sampai sejauh mana?

Pada akhirnya untuk bisa memperoleh audiens baru, penggunaan iklan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Meskipun Anda harus mengeluarkan uang pada awalnya, tidak masalah karena Anda akan menerima ROI (return of investment) yang jauh lebih tinggi di akhir. 

Seorang pebisnis yang sukses tidak takut untuk mengeluarkan uang untuk mengembangkan bisnis dia atau mengambil keputusan besar demi kemajuan bisnis. Bagaimana dengan Anda?

  • Bekerjasama dengan Influencer

Siapa sebenarnya influencer? Mereka adalah orang-orang yang memiliki pengaruh di media sosial, yang mana biasanya ditunjukkan dari jumlah pengikut yang tinggi. Namun, perlu dipastikan juga bahwa jumlah engagementdari tiap post mereka juga tinggi untuk menjamin bahwa pengikut mereka tidaklah palsu. 

Bagaimana cara mempromosikan produk melalui influencer? Sebenarnya, caranya cukup mudah. Anda hanya perlu meminta influencer bersangkutan untuk memakai atau menggunakan produk Anda, lalu mempostingnya dalam bentuk postbiasa maupun Instastory. Selanjutnya, pengikut mereka akan melihat posttersebut, sehingga produk Anda juga akan terekspos ke audiens yang baru.

Influencer biasanya merupakan seseorang yang dikagumi oleh para pengikutnya. Ketika mereka menggunakan suatu produk, maka pengikut mereka akan berpikir, “Jika aku menggunakan produk itu, aku mungkin bisa seperti dia.” Belakangan ini, pembeli mulai semakin membenci iklan, sehingga metode promosi dengan influencer ini bisa sangat berguna. 

Biasanya, jumlah uang yang harus Anda bayarkan kepada influencer tergantung dari popularitas mereka. Influencer dengan jumlah pengikut yang lebih banyak cenderung mematok harga yang lebih mahal pula. 

Instagram adalah alat marketing yang sangat kuat, jika Anda menggunakannya secara tepat. Terdapat berbagai fitur yang bisa meningkatkan penjualan Anda dalam waktu singkat. Jika Anda tidak mulai belajar menggunakannya, Anda mungkin akan tertinggal dari kompetitor Anda. Kalau tidak mulai sekarang, lalu kapan lagi bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *