Jan 30, 2020 | Marketing
Bagaimana Pengaruh Brand Awareness Terhadap Perkembangan Usaha?
Sebagai seorang pengusaha, Anda pasti pernah mendengar istilah brand awareness. Namun, apakah Anda benar-benar memahami apa arti istilah tersebut dan bagaimana cara menggunakan brand awareness untuk mengembangkan usaha Anda? Simak penjelasan berikut!
Apa itu Brand Awareness?
Ketika Anda membuat sebuah produk atau layanan, maka Anda perlu menciptakan suatu brand yang dapat dikenali dengan mudah oleh para pelanggan Anda. Sebelum kita mengenal lebih lanjut mengenai brand awareness, Anda harus memahami apa itu brand.
Pada dasarnya, brand bisa berarti berbagai hal yang diasosiasikan dengan sebuah perusahaan, mulai dari nama, desain, simbol, tone of voicedan lain sebagainya.
Untuk mudahnya, mari kita lihat brand yang tidak asing lagi bagi para penggiat olahraga, NIKE. Ketika Anda mendengar brand NIKE, apa hal yang pertama Anda bayangkan? Pertama, hal yang ada di kepala Anda mungkin simbol centang yang melekat pada tiap produknya. Selanjutnya, mungkin slogannya yang berbunyi, “just do it”
Pada akhirnya, Anda akan mengingat bahwa NIKE menjualproduk-produk olahraga mulai dari sepatu, training suit dan perlengkapan olahraga lainnya.
Sementara itu, brand awareness berkaitan dengan bagaimana Anda membuat segala hal yang berkaitan dengan brand Anda tersebut bisa dikenal oleh pelanggan maupun calon pelanggan Anda.
Percuma jika Anda memiliki brand, namun tidak ada yang mengetahuinya. Sebaliknya, sebuah brand yang telah dikenal oleh banyak orang akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan Anda, mulai dari peningkatan penjualan dan lain sebagainya.
Bagaimana Brand Awareness Bisa Membuat Usaha Anda Berkembang?
Dengan terciptanya brand awareness, diharapkan pelanggan langsung mengingat dan membeli produk Anda ketika mereka membutuhkan sesuatu. Jika Anda bergerak di bidang fashion, buatlah agar pelanggan langsung menyebutkan brand Anda ketika mereka membutuhkan baju, jaket dan lainnya.
Ketika hal tersebut terjadi, maka akan mudah bagi Anda untuk :
- Mempromosikan bisnis Anda
Biasanya, mempromosikan bisnis membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena perlunya berbagai channel berbayar. Jika brand awareness sudah Anda bangun, maka mempromosikan bisnisAndatidak akan terasasulit lagi.
- Mengenalkan produk atau jasa baru
Ketika audiens telah merasa familier dengan brand dan bisnis Anda, mereka tidak akan ragu untuk menggunakan produk atau layanan baru yang Anda kembangkan. Hal ini karena mereka sudah terbiasa ketika menggunakan produk Anda dan tidak ingin membuang waktu untuk belajar menggunakan produk dari brand lain.
Contohnya, Anda pasti tau bagaimana produk Apple memiliki penggemar di seluruh dunia. Padahal, harga yang ditawarkan berkali-kali lipat lebih tinggi dari produk kompetitor. Namun, pelanggan setia Apple tetap memilih produk mereka karena telah terbiasa dengan user experience yang diberikan produk tersebut. Itulah kekuatan utama dari brand awareness.
- Membangun reputasi bisnis
Reputasi adalah nyawa dari sebuah bisnis. Sebuah bisnis dengan reputasi yang baik akan lebih mudah menarik pelanggan baru, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, jangan hanya berfokus pada jumlah pemasukan yang Anda terima, melainkan bagaimana penilaian pelanggan terhadap produk dan layanan yang Anda berikan.
- Bisnis Anda vs kompetitor
Akan sangat naif untuk berpikir bahwa bisnis Anda tidak memiliki kompetitor. Jika Anda tidak terus berupaya untuk menghasilkan inovasi baru, ada kemungkinan bisnis Anda akan tertinggal dari saingan Anda.
Ketika Anda sudah membangun brand awareness, maka brand Anda akan jauh lebih menonjol dibandingkan kompetitor-kompetitor Anda, sehingga Anda tidak perlu takut akan dilupakan oleh pelanggan Anda.
- Menemukan pelanggan baru, sekaligus mempertahankan pelanggan yang lama.
Berhubungan dengan poin bahasan sebelumnya. Kompetisi semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Masalah yang seringkali timbul adalah bagaimana mempertahankan pelanggan lama Anda sekaligus menemukan pelanggan baru ketika apa yang ditawarkan kompetitor lebih baik dari bisnis Anda?
Disinilah peran utama dari brand awareness. Dengan membangun ikatan yang kuat antara pelanggan dan brand Anda, maka Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan pelanggan lama Anda.
Bagaimana Cara Menciptakan Brand Awareness?
Anda telah mengetahui kehebatan brand awareness. Pertanyaan utamanya, bagaimana cara menciptakan brand awareness secara tepat?
Secara umum, terdapat dua metode yang dapat Anda gunakan, yaitu gratis dan berbayar. Jika budget Anda terbatas, manfaatkanlah media sosial dan teknik SEO. Media sosial seperti Facebook dan Instagram bisa menjadi sarana yang sangat kuat untuk menciptakan brand awareness.
Anda pasti pernah mendengar bahwa gambar seharga ribuan kata, bukan? Kedua media sosialini bisa memanfaatkan gambar secara optimum untuk mempromosikan produk-produk Anda. Bukan hanya itu saja, media ini juga membuka komunikasi dua arah yang akan membuat pelanggan Anda merasa dihargai dan dimengerti.
Bagaimana dengan SEO? Ketika kita berbicara tentang membangun brand awareness melalui website maupun blog, SEO atau Search Engine Optimization adalah salah satu teknik yang tidak boleh Anda lewatkan. Mengapa begitu?
Dunia internet sudah semakin berkembang. Ketika calon pelanggan Anda membutuhkan informasi maupun produk, bisa diduga bahwa mereka kemungkinan akan langsung menjelajahi internet dengan menggunakan mesin pencari. Masalahnya, kemunginan besar mereka tidak akan melihat halaman lain selain halaman pertama atau kedua dari mesin pencari.
Tugas besar bagi Anda, bagaimana membuat bisnis Anda berada di halaman pertama mesin pencari dan dikenal oleh calon pelanggan Anda.
Jika Anda ingin cara cepat, gunakanlah metode berbayar. Pilihan pertama adalah Adsense. Dengan menggunakan metode Adsense, Anda bisa menyasar audiens yang Anda inginkan, sehingga Anda bisa memperoleh laba atas investasi (ROI) yang lebih besar pula.
Cara berikutnya adalah bekerjasama dengan influencer. Dengan metode ini, Anda tidak perlu repot-repot lagi mencari audiens baru karena tiap influencer biasanya sudah memiliki audiens mereka sendiri.
Anda bisa meminta mereka mengulas atau membahas produk Anda dengan audiens mereka melalui media sosial. Cara lain adalah menggunakan sistem sponsor, yaitu meminta mereka menggunakan produk Anda pada acara-acara nasional maupun internasional.
Jika Anda sudah bisa meningkatkan brand awareness usaha Anda, maka akan besar kemungkinan bisnis Anda akan bisa berekspansi secara cepat ke berbagai daerah. Coba terapkan pada bisnis Anda dan lihat bagaimana hasilnya!
Jan 30, 2020 | Marketing
Panduan Ampuh Meningkatkan Engagement dengan Customer
Ketika kita berbicara mengenai bisnis, customer atau pelanggan adalah hal penting yang tidak bisa dipisahkan dari strategi bisnis Anda. Ungkapan pelanggan adalah “raja” tidaklah berlebihan. Tanpa pelanggan, bisnis Anda tidak akan bisa bertahan.
Sebaliknya, semakin banyak pelanggan yang Anda miliki, maka bisnis Anda juga akan semakin berkembang seiring dengan jumlah pemasukan yang meningkat pula.
Berkaitan dengan hal tersebut, customer engagement adalah istilah yang tidak bisa Anda pisahkan ketika berbicara mengenai pelanggan. Lalu, apa itu customer engagement dan bagaimana cara meningkatkannya? Berikut ulasan lengkapnya!
Pengertian Customer Engagement
Customer engagement bukanlah hal yang terlalu rumit. Secara umum, engagement berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara pelanggan dan brand Anda. Semakin kuat interaksi yang terjadi, maka nilai engagement akan semakin baik.
Secara tradisional, customer engagement biasanya dihubungkan dengan jumlah barang yang pelanggan Anda beli, berapa jumlah pelanggan unik Anda hingga jumlah pemasukan Anda dalam rentang waktu tertentu.
Dengan pesatnya perkembangan media sosial, customer engagement juga sering dikaitkan dengan interaksi yang terjadi antara audiens dan media sosial Anda. Engagement ini dapat dilihat berdasarkan jumlah like,comment, dan shareyang terdapat pada tiap postingan Anda.
Mengapa Customer EngagementPenting?
Sebuah bisnis tidak bisa bertahan tanpa pelanggan. Jika tidak ada hubungan yang erat antara Anda dan pelanggan Anda, maka akan sangat mungkin pelanggan Anda akan meninggalkan brandAnda ketika muncul brandlain yang menawarkan produk atau layanan yang lebih baik, lebih murah atau malah keduanya.
Sebaliknya, ketika angka customer engagement sudah tinggi. Dengan kata lain, pelanggan Anda memiliki hubungan emosional yang kuat dengan brandAnda, maka kesetiaan mereka untuk menggunakan brandAnda bukan lagi tentang harga atau kualitas, namun lebih kepada kepercayaan akan nilai-nilai dan karakter dari brandAnda.
Oleh karena itu, banyak bisnis yang tidak lagi hanya berfokus kepada jumlah pemasukan, melainkan seberapa tinggi ikatan (engagement) antara pelanggan dan brand Anda. Sisanya akan mengikut secara sendirinya.
4 Tips Meningkatkan Engagement dengan Customer
Mengetahui customer engagementsaja tidak cukup bukan, yang paling penting adalah bagaimana meningkatkannnya. Berikut 4 tips yang bisa Anda coba untuk meningkatkan customer engagement brand Anda.
- Ciptakan Buyer Persona
Istilah ini mungkin asing di telinga Anda yang baru bergelut di dunia bisnis. Pada dasarnya, buyer persona adalah bagaimana Anda membayangkan pembeli ideal Anda.
Dengan mengetahuinya, maka Anda bisa menyusun rencana konten, pemasaran hingga pengembangan produk Anda. Semakin Anda mengenal pembeli Anda, maka semakin tinggi customer engagementyang akan tercipta.
Untuk bisa menemukan buyer persona, terdapat beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. Pertama-tama, manfaatkan data analytical tooldari tiap media sosial Anda, baik itu Facebook, Instagram, Twitter dan banyak lagi.
Data-data yang bisa Anda peroleh adalah demografi dari audiens Anda, diantaranya usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, ketertarikan (olahraga, musik, dst), pekerjaan, dan masih banyak lagi.
Sementara itu, dibutuhkan juga analisis yang lebih mendalam melalui wawancara secara langsung. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh informasi lain selain yang ditawarkan dari data analitikal.
- Terlibat secara langsung dengan audiens Anda
Komunikasi harus dilakukan dua arah, begitu juga komunikasi dengan pelanggan Anda. Analisis terhadap demografi pelanggan saja tidak cukup, Anda harus berbicara secara langsung dengan mereka melalui media sosial maupun sarana komunikasi lainnya.
Selain mempererat hubungan dengan pelanggan, hal ini juga dilakukan untuk meminimalisir miskonsepsi yang mungkin terjadi pada produk hingga jasa Anda.
Selain buyer persona, Anda juga perlu menentukan social media sentiment pelanggan Anda. Hal ini berkaitan dengan bagaimana pelanggan merespon konten-konten Anda, sehingga Anda bisa merencanakan konten-konten Anda berikutnya.
Meskipun Anda memanfaatkan data statistik, audiens Anda bukanlah robot, melainkan manusia. Ketika Anda merencanakan konten, cobalah melihat dari sudut pandang pembaca. Konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari yang diselingi dengan sedikit humor jelas akan bisa meningkatkan customer engagement.
4 Ide Cemerlang untuk Meningkatkan Customer Engagement
- Mengadakan Acara Berkala
Dalam suatu waktu, Anda bisa mengadakan event yang melibatkan customerAnda. Contohnya, adakan lomba atau giveaway, lalu mintalah customer Anda untuk membagikan eventtersebut di media sosialnya.
Dengan begitu, bukan hanya customer akan merasa dilibatkan secara langsung, namun hal ini juga bisa menjadi ajang untuk mempromosikan brand Anda.
- Bertanya pada CustomerAnda
Setelah sekian lama membangun bisnis Anda dan menggunakan media sosial untuk memperkenalkan brand Anda, pasti ada suatu momen dimana Anda kehabisan ide mengenai konten apa lagi yang harus Anda bagikan atau bahkan, produk apa yang akan Anda buat berikutnya.
Mengejutkannya, jawaban atas pertanyaan Anda mungkin tidak sesulit itu. Cobalah bertanya pada audiens Anda, konten seperti apa yang mereka inginkan, produk apa yang mereka butuhkan dan lain sebagainya.
Bukan hanya customerAnda akan merasa dibutuhkan dan terlibat dalam pengembangan produk Anda. Anda juga bisa memperoleh insight baru dan menarik untuk membuat bisnis Anda lebih berkembang lagi.
- Customer experiencedancustomer engagement
CEO perusahaan e-commerce ternama, Jeff Bezos mengungkapkan bahwa customer engagementtidak bisa dipisahkan dari customer experience. Ia mengungkapkan bagaimana setiap pelanggan layaknya tamu yang datang ke pesta Anda.
Sebagai tuan rumah yang baik, sudah kewajiban Anda untuk membuat tamu Anda merasa nyaman dan bahkan mengingat pesta Anda sebagai sesuatu yang luar biasa.
- Bangun employee engagement
Kenyataannya, tidak penting memiliki karyawan dengan kemampuan yang tinggi jika mereka tidak merasa antusias mengenai bisnis Anda. Rumusnya, engaged employee= engaged customer.
Jika karyawan Anda mencintai produk dan layanan yang Anda miliki, maka mereka akan menularkan perasaan tersebut kepada pelanggan Anda. Itulah tips utama yang diberikan oleh Julian Richer, CEO dari bisnis hiburan rumahan asal Inggris.
Itu dia beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai cara meningkatkan customer engagement untuk bisnis Anda. Ketika Anda sudah berhasil melakukannya, maka akan sangat mudah untuk mengembangkan bisnis Anda ke tingkat yang jauh lebih tinggi lagi.
Jan 30, 2020 | Marketing
5 Tips Ampuh Untuk Memaksimalkan Penjualan dengan Facebook
Selain Instagram, Facebook adalah media sosial lain yang sangat efektif untuk meningkatkan penjualan produk maupun servis Anda. DI tahun 2018, Facebook bahkan telah mengantongi 2,375 juta pengguna aktif per bulannya. Apabila dilihat secara engagement, rata-rata tiap pengguna setiap harinya akan menyukai 10 post, membuat 4 komentar, serta mengeklik iklan sebanyak 8 kali.
Dari data-data tersebut, Anda tentu sudah bisa membayangkan bagaimana peran facebook sebagai media marketing sebuah bisnis, bukan? Jika Anda ingin memaksimalkan penjualan melalui Facebook, ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan.
- Post danEngagement
Audiens mencari konten. Konten yang menarik akan memperoleh engagement berupa like, comment, dan yang paling penting share. Pertanyaan utamanya, bagaimana cara memperoleh engagementtersebut? Membuat postbukanlah hal yang sulit, namun untuk bisa membuat postmenarik yang memperoleh respon positif dari audiens tidaklah semudah yang Anda bayangkan.
Jika Anda ingin meningkatkan penjualan Anda, jangan langsung berfokus untuk mempromosikan produk Anda. Pengguna membenci promosi dan mereka mencintai konten yang beresonansi langsung dengan diri mereka.
Lalu, bagaimana caranya menciptkan konten seperti itu?
Pertama, perencanaan. Ya, Anda membuat bisnis. Berbeda dengan akun pribadi, Anda tidak bisa seenaknya memposting konten sesuai dengan suasana hati Anda. Konten membutuhkan perencanaan. Misalnya, di hari Minggu, Anda membuat konten mengenai fakta-fakta unik. Di hari Senin, Anda membuat konten komedi dan seterusnya.
Dengan beragamnya jenis konten, maka audiens juga tidak akan merasa bosan karena terus-menerus dipaparkan dengan produk Anda.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur “promote page” yang bisa Anda temukan di sebelah kanan bawah post Anda. Dengan menggunakan fitur ini, Anda bisa memfokuskanpostAnda pada target audiens tertentu.
Misalnya, toko Anda berada di daerah Jakarta, maka Anda bisa menarget posttersebut untuk orang-orang di Jakarta agar mereka datang dan membeli produk Anda.
- Bukan Hanya Isi Konten, Variasikan Juga Format Postingan
Sebagai pengguna Facebook, Anda pasti familiar dengan fitur carousel. Fitur ini dapat digunakan untuk membuat slideshowfoto. Lalu, apa kelebihannya? Pertama, fitur ini membuat hasil posting Anda lebih menarik dan interaktif.
Pembeli biasanya ingin melihat keseluruhan bagian dari sebuah produk. Dengan menggunakan fitur ini, Anda bisa menunjukkan keseluruhan produk Anda hanya dalam satu post. Dengan begitu, biaya keseluruhan untuk promosi suatu produk juga bisa ditekan.
Sementara itu, Anda juga bisa memanfaatkan format video. Selain lebih interaktif, algoritma Facebook juga cenderung mengutamakan konten video dibandingkan gambar, sehingga memungkinkan konten Anda untuk lebih mudah menjangkau audiens.
- Lalu, Bagaimana dengan Konten Produk?
Engagement saja tidak cukup, bukan? Anda membutuhkan pelanggan dan mereka bisa datang dari audiens Anda. Namun, yang harus Anda pikirkan adalah bagaimana mereka ingin menggunakan produk Anda.
Pertama, pastikan Anda benar-benar mengenal audiens Anda. Ketahui apa yang audiens Anda sukai dan produk apa yang mereka butuhkan. Setelahnya, Anda cukup membuatpostdengan gambar dan captionyang menarik, sehingga mereka berminat untuk membeli dan menggunakan produk Anda.
Sementara itu, Anda juga bisa memanfaatkan fitur targeting yang berfungsi untuk menentukan spesifikasi dari target audiens yang Anda inginkan berdasarkan berbagai faktor mulai dari perilaku mereka, rentang umur hingga jumlah pendapatan mereka. Dengan menggunakan fitur ini, Anda bisa mengoptimasi secara maksimum tiap jenis promosi Anda.
Facebook menyediakan fitur “Get Offer” yang bisa digunakan untuk memberikan diskon pada produk Anda. Pembeli mencintai diskon dan Facebook memaksimalkan fiturnya sedemikiran rupa, sehingga pembeli bisa mengklaim kupon diskon langsung dari halaman Facebook dan menggunakannya ketika akan membeli produk di website Anda.
Sementara itu, terdapat juga informasi mengenai jumlah orang yang telah mengklaim kupon tersebut. Dengan begitu, audiens juga lebih termotivasi untuk mengeklik kupon tersebut karena banyak orang lain yang juga telah melakukan hal yang sama.
- Menjual Tanpa Terlihat Menjual
Tren masyarakat telah berubah. Mereka tidak lagi suka untuk membeli barang melalui iklan yang terlalu muluk. Jika Anda ingin menggunakan Facebook untuk meningkatkan penjualan, maka ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, diantaranya mempromosikan sebuah acara atau memperkenalkan brand Anda.
Anda tidak perlu menjual sebuah produk, namun Anda bisa mengadakan sebuah acara dan mengajak orang-orang untuk menghadiri acara tersebut. Setelahnya, Anda bisa menggunakan acara tersebut untuk mempromosikan produk Anda secara tidak langsung. Sebagai contoh, jika Anda memiliki toko baju, maka Anda bisa mengadakan acara busana untuk menarik para penggiat fashion lokal maupun multinasional.
Cara lain adalah dengan menyebarkan identitas brand Anda. Tiap brand memiliki identitasnya masing-masing. Untuk rencana jangka panjang, memperkenalkan brand Anda akan jauh lebih penting daripada menjual sebuah produk.
Tentu saja pada produk, Anda bisa menggunakan tombol CTA “belanja sekarang” yang langsung bisa mengarah pada pembelian produk. Namun, bagaimana kelanjutannya?
Persaingan bisnis semakin ketat dan tiap brand harus memiliki caranya masing-masing agar bisa memiliki pembeli yang setia dan benar-benar mencintai brand mereka.
Itu dia beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan penjualan Anda dengan menggunakan Facebook. Jika Anda melakukan metode ini secara tepat, Anda mungkin bisa memperoleh peningkatan penjualan yang jauh lebih tinggi daripada yang bisa Anda harapkan. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menggunakan media Facebook untuk mempromosikan produk Anda?
Jan 30, 2020 | Marketing
5 Cara Memaksimalkan Penjualan dengan Instagram
Siapa yang tidak mengenal Instagram? Diluncurkan pada tahun 2010, Instagram telah menjangkau lebih dari 1 juta pengguna aktif tiap bulannya. Angka ini dipastikan akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya. Melihat fenomena ini, memaksimalkan penjulan melalui Instagram terdengar seperti strategi yang tepat.
Namun, bagaimana sebenarnya langkah yang tepat untuk meningkatkan penjualan di Insatgram? Simak penjelasan berikut ini!
- Ganti Akun Instagram Anda Menjadi Profil Bisnis
Ketika Anda pertama kali membuat Insatgram, Anda akan memiliki profil standar yang biasa dimiliki orang-orang pada umumnya. Jika Anda ingin menggunakan akun tersebut untuk berjualan, Anda perlu menggantinya menjadi akun profesional yang jelas akan memberikan beberapa keuntungan pada strategi bisnis Anda.
Bagaimana cara mengubah akun Instagram biasa menjadi akun profesional?
- Pada dashboard Insatgram Anda, klik tombol edit profile
- Setelahnya klik tombol “Switch to Professional Account”
- Nah, Anda sudah bisa menikmati berbagai fitur analisis yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis Anda.
Apa keuntungan yang Anda dapatkan ketika mengubah akun Anda menjadi akun profesional?
- Instagram Insights
Secara umum, terdapat tiga informasi dasar yang bisa Anda lihat, yaitu konten, aktivitas dan audiens. Pada bagian konten, Anda bisa melihat berbagai data yang berkaitan dengan postdan stories.
Sementara itu pada bagian aktivitas, Anda bisa mengetahui jumlah reach, impression dan interactionpost Anda. Terakhir adalah audiens. Pada segmen ini, Anda bisa mengetahui lokasi, umur, dan gender dari followerAnda beserta keaktifan mereka.
Call to Actionadalah salah satu tombol penting yang tidak bisa Anda pasang ketika belum memiliki akun profesional. Tombol ini akan muncul di bawah profil Anda, yang mana tiap orang yang mengunjungi profil Anda bisa dihubungkan langsung dengan email, nomor telepon hingga arah menuju lokasi bisnis Anda. Sangat berguna, bukan?
Sebagai pengguna Instagram, Anda pasti memahami betapa kuatnya Instastory. Bayangkan jika Instastorybisa dihubungkan lagsung dengan halaman produk Anda. Tentu saja jumlah penjualan produk Anda akan bisa meningkat secara drastis, bukan?
Anda sudah memiliki akun Instagram, namun jumlah pengikut Anda masih nol. Apa yang harus Anda lakukan? Salah satu kunci utama untuk berjualan melalui Instagram adalah dengan meningkatkan jumlah audiens unik dan pengikut Anda. Dengan begitu, maka jumlah orang yang akan membeli produk Anda juga semakin meningkat.
Salah satu fitur utama Instagram yang sangat berguna untuk tujuan ini adalah Hashtag. Misalnya, ketika seorang pengguna Instagram ingin mencari produk celana jeans, maka Anda bisa menggunakan hashtag #celanajeans pada post Anda. Instagram menyediakan fitur pencarian hashtag pada aplikasinya, sehingga Anda bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Namun, pastikan bahwa Hashtag yang Anda gunakan memang merupakan Hashtag yang biasa digunakan oleh calon pembeli ketika akan mencari suatu produk. Untuk bisa mengetahui hal tersebut, Anda bisa melihat hashtag yang biasa digunakan kompetitor Anda atau menggunakan aplikasi pihak ketiga, seperti Top-Tagsatau AutoHash.
- Gunakan Gambar yang Menarik dengan Resolusi Tinggi
Percuma Anda menggunakan hashtag yang tepat jika post yang Anda terbitkan menggunakan gambar abal-abal. Bayangkan, ¾ dari layar Instagram adalah gambar produk Anda, jadi jelas saja jika gambar adalah hal yang paling pertama akan dilihat audiens sebelum captionatau hal lainnya.
Jika gambar Anda menarik, maka kemungkinan Audiens Anda akan membeli produk Anda juga akan semakin tinggi. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan gambar yang memiliki resolusi tinggi dan menarik untuk dilihat.
- Manfaatkan Iklan Berbayar
Seorang pebisnis harus mengeluarkan modal terlebih dahulu. Ya, Anda tidak bisa bersikap pelit ketika berbisnis. Pada awalnya, Anda mungkin berharap peningkatan jumlah audiens dari konten organik. Namun, sampai sejauh mana?
Pada akhirnya untuk bisa memperoleh audiens baru, penggunaan iklan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Meskipun Anda harus mengeluarkan uang pada awalnya, tidak masalah karena Anda akan menerima ROI (return of investment) yang jauh lebih tinggi di akhir.
Seorang pebisnis yang sukses tidak takut untuk mengeluarkan uang untuk mengembangkan bisnis dia atau mengambil keputusan besar demi kemajuan bisnis. Bagaimana dengan Anda?
- Bekerjasama dengan Influencer
Siapa sebenarnya influencer? Mereka adalah orang-orang yang memiliki pengaruh di media sosial, yang mana biasanya ditunjukkan dari jumlah pengikut yang tinggi. Namun, perlu dipastikan juga bahwa jumlah engagementdari tiap post mereka juga tinggi untuk menjamin bahwa pengikut mereka tidaklah palsu.
Bagaimana cara mempromosikan produk melalui influencer? Sebenarnya, caranya cukup mudah. Anda hanya perlu meminta influencer bersangkutan untuk memakai atau menggunakan produk Anda, lalu mempostingnya dalam bentuk postbiasa maupun Instastory. Selanjutnya, pengikut mereka akan melihat posttersebut, sehingga produk Anda juga akan terekspos ke audiens yang baru.
Influencer biasanya merupakan seseorang yang dikagumi oleh para pengikutnya. Ketika mereka menggunakan suatu produk, maka pengikut mereka akan berpikir, “Jika aku menggunakan produk itu, aku mungkin bisa seperti dia.” Belakangan ini, pembeli mulai semakin membenci iklan, sehingga metode promosi dengan influencer ini bisa sangat berguna.
Biasanya, jumlah uang yang harus Anda bayarkan kepada influencer tergantung dari popularitas mereka. Influencer dengan jumlah pengikut yang lebih banyak cenderung mematok harga yang lebih mahal pula.
Instagram adalah alat marketing yang sangat kuat, jika Anda menggunakannya secara tepat. Terdapat berbagai fitur yang bisa meningkatkan penjualan Anda dalam waktu singkat. Jika Anda tidak mulai belajar menggunakannya, Anda mungkin akan tertinggal dari kompetitor Anda. Kalau tidak mulai sekarang, lalu kapan lagi bukan?
Komentar Terbaru